Positif Flu Burung, Puluhan Unggas Dimusnahkan

•September 4, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Palu – Puluhan unggas yang ada di Kota Palu, dimusnahkan pihak Dinas Peternakan Kota Palu. Unggas-unggas tersebut dinyatakan positif terjangkit flu burung. Selama tahun 2007, terdapat 40 kasus flu burung di wilayah ini.

Sebanyak 57 ekor ayam di Kelurahan Lere Kota Palu, dinyatakan positif terjangkit flu burung. Ayam milik keluarga Asna Ibrahim di Jalan Mas Mansur ini, sengaja dimusnahkan pihak Dinas Peternakan Kota Palu karena berada satu kandang dengan puluhan ekor ayam yang mati mendadak sehari sebelumnya, yang berjumlah 70 ekor.

Setelah melakukan pemeriksaan, pihak Dinas Peternakan Kota Palu/ menyatakan puluhan ekor ayam itu positif terjangkit flu burung dan harus dimusnahkan. Ayam-ayam itu dimusnahkan dengan cara dipotong lalu dibakar di dalam lubang yang digali.

“Ini adalah kasus flu burung tahun kedua di Kota Palu, dan tahun ini sudah ribuan ekor unggas mati mendadak dan positif flu burung. Kami mengimbau warga untuk wasapada dan segera melaporkan kepada kami jika ada unggasnya yang mati mendadak,’’ ujar Lukman Unasi Spt, Kepala Bidang Peternakan Kota Palu, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kota Palu usai melakukan pemusnahan di Kelurahan Lere Selasa, 4 Sepetember 2007.

Selama tahun 2007 ini, terdapat 40 kasus flu burung di Kota Palu, Selama itu pula, ribuan ekor unggas mati dan dinyatakan positif flu burung.

Meski belum ada korban jiwa manusia, namun pemerintah Kota Palu, menyatakan menyeriusi penyebaran flu burung ini. Warga kota palu juga kini mulai waspada terhadap mengganasnya flu burung di daerah itu.

“Terus terang dengan adanya kasus flu burung di Kota Palu, kami menjadi takut. Mungkin saja suatu saat flu burung akan menjangkit ke manusia,’’ kata Asna Ibrahim, pemilik unggas.

Warga Sultim Ancam Segel Kantor Instansi

•September 4, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Luwuk – Puluhan warga Luwuk, Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, berunjukrasa mendesak Gubernur Sulawesi Tengah, Bandjela Paliuju, agar segera merealisasikan pemekaran provinsi Sulawesi Timur. Jika tidak, massa mengancam akan menyegel seluruh kantor instansi di Kabupaten Banggai serta melakukan aksi mogok kerja.
Para pengunjukrasa berunjukrasa dengan melakukan pawai keliling Kota Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai. Saat pawai, massa mengajak warga Kota Luwuk untuk mendukung aksinya mempercepat terealisasinya pemekaran provinsi Sulawesi Timur. Usai pawai, massa kemudian mendatangi satu persatu kantor instansi dan merubah plang nama dari Provinsi Sulawesi Tengah menjadi Sulawesi Timur.

Usai pawai, massa kemudian mendatangi kantor Bupati Banggai. Di kantor bupati, massa kemudian berorasi dan menyampaikan pernyataan sikapnya yang antara lain meminta Bupati Banggai, Ma’mun Amir dan DPRD Banggai agar mendesak Gubernur Sulteng HB Paliudju untuk segera mengeluarkan persetujuan pemekaran provinsi Sulawesi Timur. Selain itu mengajak kepada seluruh warga dan PNS Kabupaten Banggai untuk mogok kerja hingga Gubernur Sulteng HB Paliudju mengeluarkan surat persetujuannya.

Menanggapi tuntutan massa, Bupati Banggai, Ma’mun Amir berjanji akan menyampaikan aspirasi ini kepada Gubernur Sulteng HB Paliudju. Bupati Banggai berharap agar tuntutan ini disetujui gubernur Sulteng. Puas dengan jawaban bupati massa pun membubarkan diri.

Desakan pemekaran provinsi Sulawesi Timur sudah lama mencuat. Namun aspirasi ini menimbulkan polemik karena dua daerah berebutan untuk menjadi ibukota provinsi yakni Kota Poso Kabupaten Poso dan Kota Luwuk Kabupaten Banggai. Sejumlah daerah yang siap bergabung dalam pemekaran ini antara lain Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Morowali, Tojounana dan Kabupaten Poso.

Delapan DPD PAN Tuntut Ketua DPW Dicopot

•September 4, 2007 • 1 Komentar

Palu – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tengah dan Delapan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) setempat menyatakan menolak mengikuti Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PAN yang dilaksanakan di Palu, tanggal 30-31 Agustus 2007 lalu. Penolakan ini sebagai bentuk protes atas belum dilaksanakannya instruksi DPP PAN Nomor: PAN/K-WSJ/134/V/2007 tanggal 22 Mei 2007 dan serta surat DPP PAN nomor : PAN/A/K-WSJ/162/VII/2007 tanggal 24 Juli 2007 tentang kepengurusan DPW PAN Sulteng periode 2005-2010.

Dari 10 DPD PAN yang berada di Sulteng, Delapan DPD PAN yang menolak yakni Kota Palu, Poso, Parigi Moutong, Tojo Unauna, Tolitoli, Banggai Kepuluan, Banggai dan Buol serta Pengurus DPW PAN Sulteng.Buntut dari penolakan itu, delapan DPD dan DPW, juga menyatakan mosi tidak percaya terhadap ketua DPW PAN Sulteng, Syamsurijal Anggo.

Ketua DPW PAN Sulteng ini, dinilai tidak mematuhi AD/ART partai berlambang matahari terbit tersebut. Samsurijal Anggo bahkan didesak untuk segera mundur dari jabatannya. Rakerwil PAN Sulteng yang dilaksanakan tanggal 30-31 Agustus 2007, juga dinilai cacat hukum dengan alasan belum selesainya konsolidasi partai. Bahkan, delapan DPD itu menyatakan tidak mengikuti Rakerwil. Delapan DPD itu dalam waktu dekat akan melaksanakan Rakerwil PAN Sulteng tandingan.

‘’Demi kesinambungan program kerja DPW PAN Sulteng, dalam waktu dekat DPW PAN Sulteng akan melaksanakan Rakerwil tandingan yang diikuti 10 DPD PAN di Sulawesi Tengah,’’ ujar Wakil Ketua DPW PAN Sulteng, Andi Baso Rustam Effendi. Menurut Rustam Effendi, Ketua DPW PAN Sulteng dianggap telah gagal membangun kekuatan partai yang kuat dan sehat serta kondusif, sehingga bisa menyebabkan hancurnya kekuatan PAN Sulteng.

‘’Syamsurijal Anggo telah mengabaikan aspirasi yang berkembang ditingkat bawah, sehingga kami menyatakan mosi tidak percaya kepada saudaraku Syamsurijal Anggo atas penyelenggaraan kepengurusan DPW Sulteng sebagai ketua PAN Sulteng ’’ tegas Tajwin Ibrahim, Wakil Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan, DPW PAN Sulteng.
Menurut Lucky Lasahido, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD PAN Tojo Una Una, sekaligus juga mantan ketua DPD PAN Poso dan Morowali, tidak ada lagi cara yang terbaik untuk menyelamatkan PAN di Sulteng, selain mendesak agar DPP PAN segera menyelenggarakan Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswillub) atau segera menunjuk pelaksana tugas ( PLT) ketua DPW PAN Sulteng demi masa depan Partai Amanat Nasional di Sulawesi Tengah.***

Hello world!

•April 29, 2006 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.